Kenali Hama Wereng Batang Coklat pada Padi dan Cara Mengatasinya


 2020-04-22 |  Root

Salah satu hama penting tanaman padi beberapa dekade ini yaitu hama wereng batang coklat (WBC), Nilaparvata lugens (Stal.) (Hemiptera: Delphacidae).

Wereng merupakan jenis serangga yang paling ditakuti oleh petani karena serangan populasi hama ini pada pertanaman padi bisa menyebabkan puso sehingga petani menjadi gagal panen. Kerusakan oleh hama ini terjadi secara mendadak karena perkembangan wereng berlangsung sangat cepat.

Dalam sejarah pertanaman padi di Indonesia, awalnya wereng adalah hama sekunder yang menjadi hama potensial akibat penggunaan pestisida dan varietas padi yang masif dan terus menerus.

Wereng menjadi hama penting yang berpotensi merusak langsung bagian batang tanaman padi. Hama itu memperoleh makanan dengan cara mengisap cairan pada batang tanaman padi sehingga tanaman menjadi kering dan kecoklatan.

Kerusakan terjadi secara tidak langsung, dimana hama ini berperan sebagai vektor virus penyebab penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa.

Ledakan populasi hama wereng yang meluas pada areal pertanaman padi disebabkan oleh banyak faktor. Faktor tersebut antara lain musuh alami (predator, parasitoid, patogen), iklim, cara bercocok tanam padi, penggunaan pestisida, dan varietas.

Gejala yang Ditimbulkan

Gejala yang diakibatkan oleh kerusakan secara langsung yaitu daun berwarna coklat dan mengering, sehingga pertumbuhan terhambat. Selain itu, tanaman padi seperti terbakar (hopperburn) yang diakibatkan oleh cairan pada batang tanaman yang dihisap oleh hama wereng.

Gejala yang diakibatkan oleh kerusakan secara tidak langsung yaitu akan menyebabkan penyakit kerdil rumput, terjadi hambatan dalam pertumbuhan tanaman padi secara keseluruhan. Akibatnya, potensi tanaman padi untuk tumbuh tinggi secara optimal tidak tercapai, sehingga malai padi tidak keluar. Selain itu, diperlukan juga pemahaman teoritis seperti memahami interaksi antar populasi serta interaksi hama dan musuh alaminya.

Sumber : PPL BPP Kec.Wilangan , Dian Wijayanti.