KECAMATAN WASPADA MENINGKATNYA KASUS DBD DAN CHIKUNGUNYA


 2020-03-09 |  Root

Wilangan – Kecamatan Wilangan mencatat terdapat kasus penderita demam berdarah dengue (DBD) dan Chikunguya di awal tahun 2020 hingga pertengahan bulan Maret ini.Yakni di desa Sukoharjo sebanyak 5 kasus Chikungunya dan di Desa Ngudikan 2 kasus DBD.

Menurut Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Wilangan, Hartono , jumlah kasus demam berdarah tersebut dimungkinkan masih akan terus bertambah, terlebih saat musim hujan seperti sekarang ini. Genangan air yang ada di sekitar permukiman bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti sebagai vektor virus demam berdarah," kata dia.

Untuk itu, pihaknya terus menggalakan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) kepada warga Kecamatan Wilangan. Sebab, PSN merupakan upaya yang paling efektif untuk mencegah DBD. Sebab, PSN dapat memutus mata rantai perkembanganbiakan nyamuk di kawasan permukiman.

Pemberantasan sarang nyamuk,  ia menuturkan, dapat dilakukan dengan membersihkan dan menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya. Contohnya, seperti tidak membuang sampah sembarangan, rajin menguras dan menggosok dinding bak mandi, menutup tempat-tempat air, serta mengubur dan mendaur ulang barang bekas agar tidak terdapat genangan air hujan yang bisa menjadi media perkembangbiakan nyamuk.

Selain peningkatkan kebersihan lingkungan, kata dia, kesehatan warga juga perlu menjadi perhatian. Upaya ini untuk meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang virus DB dan Chikungunya. Cara yang dapat dilakukan dengan makan makanan bergizi seimbang dan istirahat yang cukup.

"Kalau untuk fogging (pengasapan) hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak memberantas sarangnya. Makanya warga lebih diimbau untuk rajin melakukan PSN, Untuk desa Sukoharjo telah diadakan fogging,. Setelah Sukoharjo mungkin giliran desa desa lain" kata dia.