PUSTU, ANDALAN PEMERINTAH MELAYANI MASYARAKAT PEDESAAN


 2020-03-04 |  Root

Puskesmas Pembantu (Pustu) merupakan jaringan pelayanan Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah kerja Puskesmas. Puskesmas Pembantu merupakan bagian integral Puskesmas, yang harus dibina secara berkala oleh Puskesmas. Tujuan Puskesmas Pembantu adalah untuk meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kerjanya.

Berdasarkan PERMENKES NO 75 TAHUN 2014 ,Puskesmas Pembantu didirikan dengan perbandingan 1 (satu) Puskesmas Pembantu untuk melayani 2 (dua) sampai 3 (tiga) desa/kelurahan. Penanggungjawab Puskesmas Pembantu adalah seorang perawat atau Bidan, yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan atas usulan Kepala Puskesmas.

 Tenaga minimal di Puskesmas Pembantu terdiri dari 1 (satu) orang perawat dan 1 (satu) orang bidan. Pendirian Puskesmas Pembantu harus memenuhi persyaratan lokasi, bangunan, prasarana, peralatan kesehatan dan ketenagaan. Bangunan, prasarana dan peralatan kesehatan di Puskesmas Pembantu harus dilakukan pemeliharaan, perawatan, dan pemeriksaan secara berkala agar tetap laik fungsi.

Salah satu PUSTU di kecamatan Wilangan yang aktif berkegiatan yaitu PUSTU NGUGIKAN di Desa Ngudikan. Pustu Ngudikan beroperasi dari pukul 08.00-11.00 WIB , setiap hari senin-jumat, sedangkan hari sabtu pukul 08.00-10.30. Nanik Karyati, Amd.Kes , bidan desa yang melayani di Pustu Ngudikan mengatakan ''kebanyakan yang datang ke pelayanan pustu kami adalah para lansia dan anak balita , alhamdulillah selama ini kami bisa menghandle pelayanan bagi masyarakat''.