DARIMANA DAN UNTUK SIAPA BLT DANA DESA ?


 2020-06-19 |  Root

Pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa untuk menjaga daya beli serta mencukupi kebutuhan pokok masyarakat miskin di desa yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19 . Besaran BLT adalah Rp.600.000 per bulan per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang diberikan selama 3 bulan, yaitu April hingga Juni 2020.

Mengutip halaman Kementerian Keuangan, Jakarta, Sabtu (25/4/2020), BLT dianggarkan dalam APBDesa maksimal sebesar 35% dari Dana Desa atau lebih dengan persetujuan pemerintah kabupaten/kotamadya. Penyaluran Dana Desa juga dipermudah melalui penyederhanaan dokumen dan penyaluran yang diupayakan agar lebih cepat.

Kepala Desa merupakan pihak yang bertanggung jawab atas penggunaan, penyaluran hingga pertanggungjawaban BLT Desa. BLT Dana Desa merupakan program prioritas yang harus dianggarkan oleh Pemerintah Desa. Jika Pemerintah Desa tidak menganggarkan BLT Dana Desa, Pemerintah Desa akan dikenakan sanksi mulai dari pemotongan sebesar 50% untuk penyaluran Dana Desa tahap berikutnya hingga penghentian penyaluran Dana Desa Tahap III. Pendampingan dan pengawasan terhadap pemanfaatan BLT Dana Desa dapat dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.

Camat Wilangan, Yonny Rachmanto mengatakan bahwa Bantuan BLT dari dana desa harus tepat sasaran dan benar-benar yang berhak menerimanya. Yang berhak menerima BLT yakni keluarga miskin yang punya KK dan KTP, Keluarga miskin non-PKH atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) nonkartu prakerja, nonpenerima bantuan BLT Provinsi dan kabupaten. Mereka yang kehilangan mata pencaharian dan keluarga miskin yamg belum terdata, mempunyai keluarga yang sakit kronis, ungkapnya. Yonny juga menjelaskan, BLT akan diterimakan setiap bulan selama 3 bulan yang totalnya Rp1,8 juta.